Perempuan dan TIK


Tanggal 21 April 2011 ini merupakan hari peringatan lahirnya RA Kartini yang entah sudah keberapa.  Dan, seperti yang sudah-sudah, 21 April tahun ini pun kembali mengakat ikon Kartini sebagai seorang perempuan yang telah menjadi inspirasi banyak perempuan untuk tidak sekedar beraktivitas yang terbatas di ruang rumah tangga, melainkan di ruang publik. Setiap 21 April hampir setiap media publik mengungkapkan tentang pengarusutamaan gender dan meminimalkan bias gender, bahwa perempuan pun mampu beraktivitas di ruang publik, bahwa lingkup aktivitas perempuan tidak saja di lingkup domestik rumah tangga. 

Ketika Kartini dan dunia telah membuktikan bahwa perbedaan gender (perbedaan laki-laki dengan perempuan berdasarkan konstuksi sosial-budaya) bukanlah hal yang perlu diperhitungkan dalam membangun bangsa, lalu apa yang bisa anda perbuat sebagai para perempuan Indonesia? Kini perempuan pun memiliki posisi yang sama untuk membangun bangsa dengan kemampuannya, dengan nafas yang diberikan Tuhan, dan dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan, termasuk dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mau tidak mau perempuan pun harus menguasainya.

Mengapa Teknologi Informasi dan Komunikasi?

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kini sudah menjadi bagian hidup dari sebagian masyarakat Indonesia. Penggunaan komputer, telepon genggam, termasuk akses internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari mereka.  Pada tahun 2010  jumlah pengguna internet di Indonesa sudah mencapai 45 juta orang, hal ini berarti dalam kurun waktu 10 tahun, jumlah pengguna internet di Indonesia telah bertambah sekitar 43 juta orang. Angka ini akan terus bertambah, karena Indonesia juga berkomitmen turut mendukung deklarasi World Summit on Information Society (WSIS) I di Jenewa tahun 2003 maupun WSIS II di Tunisia 2005, yang menyatakan bahwa lima puluh persen penduduk dunia harus memiliki akses terhadap informasi (dalam hal ini akses internet) di tahun 2015.

Teknologi informasi dan komunikasi, telah merubah cara kita dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan berbagai aspek lain dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan internet kita bisa melakukan ’tele shopping’ atau belanja jarak jauh, juga dapat melakukan bekerja jarak jauh (tele working), orang tidak harus selalu bekerja di belakang meja dengan berkantor setiap hari, tetapi dapat mengerjakan semua itu di rumah, di café; bahkan di luar kota. Banyak juga yang memanfaatkan internet sebagai tempat berdagang, tempat mengobrol dan juga membuat semacam toko sebagai tempat usahanya. Bergiat melalui internet, ternyata lebih murah dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, untuk berkomunikasi secara virtual, orang banyak mengunakan surat elektronis (e-mail) serta instant messenger (chatting) yang dianggap lebih efektif dan efisien.

 Saat ini fungsi internet semakin luas. Internet tidak lagi digunakan untuk sekedar mencari informasi; tetapi juga untuk “memproduksi” informasi. Dari sekedar menjadi pemakai informasi (information consumer), pengguna internet juga bisa menjadi pembuat informasi (information prosumer (producer and consumer)).

Di balik itu, kita juga tidak dapat mengabaikan sisi negatif internet, seperti misalnya: pornografi, perjudian, penipuan, kekerasan dan lain-lain. Hal itu semua adalah “sisi gelap” dunia maya yang tidak dapat kita hindarkan. Oleh karena itu, usaha untuk meningkatkan jumlah pengguna internet di Indonesia harus dijalankan berbarengan dengan pendidikan terhadap masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan teknologi internet secara positif, serta pada saat bersamaan, mengingatkan akan bahaya sisi negatif dari internet.  Harus dibangun kesadaran dikalangan masyarakat, bahwa untuk memanfaatkan internet, tidak hanya sekedar dapat menggunakannya saja tapi juga dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan sesuatu.

Peran Perempuan di Era Internet

Perempuan memiliki banyak peran dalam kehidupan, tidak hanya sebagai ibu dalam keluarga tetapi juga perannya sebagai profesional di dunia kerja serta peran sosial di tengah masyarakat. Kemajuan perempuan semakin setara dengan laki-laki, dan menempatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadi “alat bantu” untuk menunjang peran-peran tersebut.

Di dalam keluarga, penggunaan internet oleh anak-anak semakin luas, bahkan seringkali kita tidak bisa memisahkan dunia anak dengan internet. Mereka adalah generasi digital native, generasi yang lahir dan berkembang di dunia digital. Karena internet juga mempunyai dampak negatif, maka orang tua terutama Ibu yang menjadi pendidik utama, harus memahami bagaimana cara untuk mencegah akibat negatif dari penggunaan internet. Jika anak dididik untuk menggunakan internet dengan baik, aman dan sehat, maka hal itu akan menjadi benteng bagi anak untuk menghindari akibat buruk dari internet.

Ibu dapat membimbing anak ketika berselancar di dunia maya. Terutama bagi anak-anak di bawah umur, maka peranan pendampingan orang tua sangat diperlukan. Orang tua dapat memberikan penjelasan mengenai aktivitas apa saja yang selayaknya dilakukan oleh anak dan remaja di internet, akses ke situs mana saja yang bermanfaat, serta potensi ancaman apa saja yang dapat terjadi. Selain sebagai orang tua, Ibu juga berperan sebagai mitra atau teman berselancar di internet. Peran ini dapat memperkuat ikatan emosional antara sang anak dan orang tua, serta membuka kesempatan agar anak mendapatkan pengalaman yang positif dengan menemukan hal-hal baru yang menarik di internet. Anak harus didorong untuk mencari bermacam-macam informasi, di bawah bimbingan orang tuanya. Hal yang paling penting adalah membangun komunikasi yang baik dan seimbang dengan anak, apalagi jika anak mulai menginjak remaja. Hendaklah direnungkan bahwa benteng terkuat untuk menangkal materi negatif di internet adalah membangun jalinan komunikasi keluarga yang harmonis.

Peran perempuan di dunia kerja saat ini juga tidak dapat dipandang sebelah mata, baik sebagai karyawan, profesional maupun pengusaha, kaum perempuan kini sudah mulai menempati kedudukan sejajar dengan pria, bahkan cukup menonjol di beberapa profesi tertentu. Internet menjadi alat bantu bagi mereka untuk mencari informasi, literatur (bahan bacaan) dan berkomunikasi. Contohnya untuk para pengusaha, baik pengusaha kecil, menengah maupun besar, internet memegang peran penting dalam usaha pemasaran produknya, mulai dari promosi produk, pemesanan, sampai menjalin hubungan dengan pelanggan (customer relations). Saat ini banyak sekali kaum perempuan, termasuk ibu rumah tangga, yang menjalankan usaha dengan skala “rumah” dan sebagian diantaranya menggunakan internet sebagai tempat usahanya.

Blog di dunia maya, menjadi layaknya “lapak” yang banyak digunakan di dunia nyata karena berbagai fasilitas yang dimilikinya. Layanan dari penyedia blog seperti blogspot, multiply, wordpress dan blogdetik, dapat digunakan untuk mempromosikan produk dengan detail lengkap beserta poto sekaligus prosedur pemesanannya.

Peningkatan Kemampuan Perempuan di Bidang TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi telah dirasakan banyak gunanya untuk berbagai keperluan, oleh karena itu kaum perempuan harus dibangun kemampuannya melalui beragam kegiatan seperti pelatihan, penyuluhan, pendampingan dsb. Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah (pemerintah pusat dan daerah), lembaga pendidikan (perguruan tinggi dan sekolah), organisasi masyarakat, kalangan industri dan kelompok masyarakat lainnya.

Diharapkan dengan meningkatnya perempuan Indonesia yang “melek” Teknologi Informasi (e-literate), yakni tidak hanya sekedar mengetahui cara penggunaannya tetapi juga memanfaatkannya secara positif (Internet Sehat), maka diharapkan visi menuju Masyarakat Informasi Indonesia dapat segera tercapai. Dengan kemahiran menggunakan TIK akan menambah “kemampuan” kaum perempuan untuk maju dan  berperan di banyak bidang.

Demikian, semoga tulisan yang diunggah pada suasana perengitan Hari Kartini ini dapt ikut mendorong perempuan untuk lebih bisa berpartisipasi di ruang publik.

Sumber:

1. http://ict4w.pemberdayaan-telematika.info/

2. http://emiheru.blog.ugm.ac.id/2011/04/07/

sumber gambar:

One thought on “Perempuan dan TIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s